SYIAH

SYIAH

Aku mula dengan kalimah bismillah
Jiwa bergelora
Tuhan, kau pegang diri ini
Hati dan jasmani ini
Dengan tali buhulMU yang maha hebat
Aku redha

Apa ada pada Karbala
Cis! Kamu pengikut ibnu Saba
Aku tahu kamu Yahudi
Dasar bangsa bejat
Belum cukupkah kecaman tuhan untukmu!!!

Siapa kamu???
Hingga Abu Bakar, Umar dan Uthman
Kamu kafirkan
Hatta tuhan melakukan kesilapan
Muhammad jadi pilihan
Bukan Ali karramallahuwajhah
Dasar bangsa bejat!!!

Shah Iran dihalau
Darah jadi halal
Bermaharajalela kamu disitu
Al bada’, Taqiyyah dan mutaah
Malah paha sikecil jadi tautan nafsu
Mati kamu tanpa sehelai benang
Hukum Tuhan menanti seawal barzakh

Muhammad
Insan pilihanMU ya Tuhan
Al Amin, rahmat utk seluruh alam
Penyudah segala nabi dan rasul
Lembut tapi tegas
Insan agung tiada galang ganti
Layakkah aku mengintai baginda di jannahMU?

Wahai kekasih Tuhan,
Telah kau sabdakan akan fitnah ini
Di zaman Uthman Ibni Affan
Hingga ke akhir zaman
Lindungi daku, suamiku dan keturunanku dari fitnah ini, Tuhan
Bahkan dari fitnah Dajjal Al Masih




Tuhan,
KAU leraikan ikatan itu satu persatu
Hingga terasa kasih sayangMU
Kerna aku diciptakanMU penuh kebebasan
Bukan keturunan malaikat yang tiada pilihan
Atau iblis yang penuh keegoan


Tuhan,
Berikan aku,suamiku dan keturunanku jiwa mutmainnah
Yang redha dan diredhai
Masukkan kami dalam jannahMU secara total
Rahmati dan berkati insan –insan yang memurnikan deenMU
Kuburkan Syiah!
Sesungguhnya mereka adalah anak didik yahudi
Salam penuh rendah diri untuk Abu Bakar, Umar, Uthman
Dan Ali yang dijadikan tonggakan
Walhal syurga menanti penuh kerinduan, wahai khulafa Ar- Rasyidin

Tuhan,
Akanku bersihkan Ali semampuku
Dengan caraku
Apa yang ada padaku
Seupaya jiwa dan hatiku
Dengan Ilmu dariMU untukku
Sekilas madah Ali untuk Ummul Mukminin Aisyah
Penuh merendah diri dan kasih sayang
Hingga lerai airmataku

Tuhan,
Kuburkan Syiah!
Kuburkan Yahudi Zionist !
Dan anak cucunya hingga akhir zaman
ALLAH AKBAR! ALLAH AKBAR! ALLAH AKBAR!


ATIRON DAMHA
15.02.2009. waktu kerehatan diri , kubang kerian

PALESTIN

PALESTIN

27 disember 08 punya cerita sendiri
Kerakusan Israel memamah bumi palestin
Bangsa yang angkuh dan berdolak dalik
Kalam ALLAH sentiasa benar

Ratusan bom,ribuan peluru
Tanpa kenal sesiapa
Kerna itu misi makhluk ALLAH berjiwa haiwan
Pun alasan demi alasan Olmert utarakan
Dunia Islam tahu tipudayamu

Anak kecil,perempuan dan warga tua
Malah pemuda mujahidin
Umpama dijadikan mainan perang
Senjata canggih, nafsu serakah
Yang tinggal adalah runtuhan batu dan sungai darah

Aku terpaku dan tersendu
Saudaraku di palestin hatinya sentiasa bergetar
Bukan takut pada bangsa itu
Menunggu saat untuk syahid
Kalimat suci terus membasahi
Jiwa sikecil
Jihad jadi capaian
Bukan kehidupan dunia yang entah bersuluh entah malap

ALLAH
Kau suburkanlah rasa itu dalam palestin
Dalam umat iSlam sedunia
Hingga bergegar bumi ini
Dek jihad yang unggul
Bukan jumlah yang umpama lautan

ALLAH
Bangkitkanlah Khalid Al-Walid kedua
Hamzah Abu Talib kedua,
Solahuddin Al Ayubi kedua
Jutaan dan ribuan Syeikh Ahmad Yassin dan Aziz Rantisi
Biar jadi padang jarak padang tekukur
Bumi anbia itu
Milik islam palestin dan dunia
Bukan Zionist laknat ALLAH
DO NOT EVER MESS WITH THE MUSLIMS!!!

ALLAH
Bagaimana KAU jaga Kaabah
Sewaktu perang gajah
Kumohon agar KAU
Jagalah kiblat pertama umat islam itu
Dan berkatilah sekeliling Baitul Muqaddas
Apakah bakal ada Ababil kedua?

ALLAH
Terimalah doaku diwaktu sahur
Untuk saudara palestin
Berikan kekuatan kepada mujahidin, islam palestin
Bantulah mereka dengan tenteraMU dari langit
Jatuhkan rasa ketakutan dalam jiwa Israel
Seranglah jiwa dan mental mereka
Hingga rasa lemah longlai
Tidak bermaya
Berikanlah wabak penyakit berjangkit yang maha hebat
Dalam kumpulan mereka
Hingga maut menjemput sekelip mata

YA ALLAH
Menangkanlah hambaMU
Yang rukuk dan sujud kepadaMU
Ampuni kami yang sentiasa lalai dan melampaui batas
Tidak apa bagi kami ya ALLAH
Asalkan KAU tidak murka akan kami

YA ALLAH
Aku tidak punya apa-apa
Dibandingkan dengan saudaraku di palestin
Pun begitu
Medanku di sini
Suburkanlah jiwa ini dengan sifat mahmudah
Izinkan aku terus istiqamah

YA ALLAH
Salam kasih sayang untuk saudara palestin
Jujuran airmata untuk anak yatim dan balu
Jiwa berbunga untuk para syuhada
Doaku sentiasa bersama mereka semua

YA ALLAH
Apalah ada padaku
Palestin memanggil daku


ATIRON DAMHA
Seusai ceramah jihad wakil HAMAS
Stadium Sultan Muhammad IV, 23 Jan 2009

munajat seorang hamba

Lemah lututku berdiri untuk mengadapMu Tuhan,
Laju air mataku mengalir untuk mengadu nasibku Allah,
Dahi dijatuhkan hingga mencecah lantai
sebagai tanda sujudku padaMu...
Agar aku sedar aku hanya insan daripada gumpalan tanah
insan yang selalu alpa akan kenikmatan dunia yang membunuhku....
yang mampu menggoyangkan pasak keimananku...
yang menyebabkan diri ini hanya tahu mencari dan meraih cinta dari manusia...
sedangkanMu Ya Allah....
selalu membantuku ketika aku kesempitan..
menegur aku ketika diri ini melakukan dosa..
layakkah diri ini meraih cinta yang teramat agung dariMu..?
Ya ALLAH.
Kau perteguhkanlah imanku
berilah padaku senyuman maghfirah
sambutlah cinta dan kasihku padaMu..
Tiada yang mampu mengubah kasih sayangku padaMu ALLAH
Sungguh! Tiadalah selainMu dihatiku ini..


insan yg menunggu salam dariMu Allah..

THE AMAZING ABOUT AL-QURAN

Ini kajian yang telah dibuat oleh seorang cendiakawan Islam. Teman dapat dalam satu forum ( TKO ). Teman agak terkejut, tapi lebih banyak takjub. Subhanallah, terlalu banyak rahsia Al-quran yang masih belum digali dan ini adalah antaranya. Semoga artikel pendek ini meningkatkan Iman kita kepada Khaliq kita. Maha suci engkau Ya Allah, kehebatanMu tiada tandingannya. Selamat membaca, berfikir dan menilai.Bilangan ayat berkaitan:
-DUNIA - 115 kali AKHIRAT - 115 kali

MALAIKAT - 88 kali SYAITAN - 88 kali

HIDUP - 145 kali MATI - 145 kali

FAEDAH - 50 kali KERUGIAN - 50 kali

UMMAH - 50 kali PENYAMPAI - 50 kali

IBLIS : PENGHULU SYAITAN - 11 kali MOHON PERLINDUNGAN DARIPADA IBLIS - 11kali

kali BALA/MUSIBAH - 75 kali BERSYUKUR - 75 kali

BERSEDEKAH - 73 kali BERPUAS HATI - 73 kali

ORANG YANG SESAT - 17 kali ORANG YANG MENINGGAL DUNIA - 17 kali

MUSLIMIN - 41 kali JIHAD - 41 kali

EMAS - 8 kali KEMURAHAN HIDUP - 8 kali

KEAJAIBAN - 60 kali FITNAH - 60 kali

ZAKAT - 32 kali BERKAT - 32 kali

MINDA - 49 kali NUR - 49 kali

LIDAH - 25 kali SUMPAH - 25 kali

NAFSU - 8 kali KETAKUTAN - 8 kali

BERCAKAP DI KHALAYAK RAMAI - 18 kali BERDAKWAH - 18 kali

KESUSAHAN - 114 kali KESABARAN - 114 kali

MUHAMMAD - 4 kali SYARIAT - 4 kali

LELAKI - 24 kali PEREMPUAN - 24 kali

SOLAT (SEMBAHYANG) - 5 kali

BULAN - 12 kali HARI - 365 kali

LAUTAN - 32 kali DARATAN - 13 kali

LAUT dan DARAT = 32 + 13 = 45


Justeru itu, peratusan laut = 32/45 x 100 = 71.11111111 peratus Peratusan daratan = 13/45 x 100 = 28.88888889 peratus JUMLAH = 100 peratus Kajian sains oleh manusia telah membuktikan bahawa air meliputi 71.111 peratus daripada bumi dan tanah meliputi 28.889 peratus. Begitulah kebesaran dan keagungan ciptaan Allah SWT!!! Nota: Diterjemahkan daripada karya asal yang dipetik daripada "The Series Of The Scientific Miracles In Quraan," oleh Dr. Tariq Al Suwaidan.English versiondA aMaZinG bOuT QuRan... ..
Posted by amirul mukminin at 9:08 PM
Labels:

THE EXTRAORDINARY DESIGN OF THE EYE by Harun Yahya

When you look around you out in the open air or in a broad field, you can readily see all objects farthest from you and closest to you in all their colors, shapes, and sizes. This view, which you have obtained without making any effort, is produced as a result of numerous complex reactions and interactions in your body. Let us take a closer look at these complex operations.


The Macro-Structures Of The Eye

The human eye has a fully automatic mechanism that works perfectly. It is made up of the combination of 40 different basic parts and all these parts have critical functions in the process of seeing. Any defect or disability in even one of these parts would make seeing impossible.

The transparent layer in the front part of the eye is the cornea. Right behind it lies the iris. Giving the eye its color, the iris adjusts its size automatically according to the sharpness of light thanks to the muscles attached to it. For example, if we are in a dark place, the iris widens to take in as much light as possible. When light increases, it shrinks to decrease the amount of light entering the eye.

The automatic adjustment system in the iris works like this: The moment light enters the eye, a nerve impulse travels to the brain and gives a message about the existence and degree of brightness of the light. The brain immediately sends back a signal and gives orders as to how much the muscles around the iris should contract.

Another eye mechanism working parallel to this structure is the lens. The duty of the lens is to focus the light entering the eye onto the retina layer in the back of the eye. Thanks to the movement of the muscles around the lens, light rays entering the eye from different angles and distances can always be focused onto the retina.

All the systems we have mentioned are far smaller yet far more superior to the mechanical devices designed by the use of the latest technology in order to imitate the eye. Even the most advanced artificial imaging system in the world remains extremely simple and primitive compared to the eye.

When we think of the effort and knowledge that has been put into developing these artificial imaging systems, we can get a grasp on the superior creation that has gone into designing the eye.


The Micro-World Of The Eye

If we examine a single cell in the eye at the microscopic level, the superiority of this creation will be further revealed.

Let us suppose that we look at a crystal bowl full of fruit. The light rays coming from this bowl to our eye pass through the cornea and iris and are focused on the retina by the lens.

So, what happens in the retina so that the retinal cells can perceive light?

When light particles, also called photons, strike the cells in the retina, they produce a cascading effect like a row of dominoes carefully arranged one after the other. The first of these dominoes in the retinal cells is a molecule called 11-cis-retinal. When a photon of light interacts with it, this molecule changes shape. This forces a change in the shape of another protein, rhodopsin, to which it is tightly bound. Now, rhodopsin takes such a form that it can stick to another protein, called transducin, which was already present in the cell, but with which it could not previously interact due to the incompatibility of its shape. After this union, another molecule called GDP also joins in this group.

So at this stage we have two proteins, rhodopsin and transducin, in addition to a chemical molecule called GDP bound together.

The process, however, has just begun. The compound called GDP now has the proper form to bind to another protein called phospho-diesterase, which always exists in the cell. After this bonding, the shape of the molecule that is produced will trigger a mechanism that will start a series of chemical reactions in the cell.

This mechanism changes the ion concentration in the cell and produces electrical energy. This energy stimulates the nerves lying right at the back of the retinal cell. Consequently, the image that came to the eye as a photon of light sets out on its journey in the form of an electrical signal. This signal contains visual information about the object outside.

In order for seeing to take place, the electrical signals produced in the retinal cell have to be transmitted to the center of vision in the brain. Nerve cells, however, are not directly connected to one another: there is a tiny gap between their junction points. How then does the electrical stimulus continue on its way?

At this point, another set of complex operations takes place. The electrical energy is transformed into chemical energy without any loss of the information being carried and in this way the information is transmitted from one nerve to the next. The chemical carriers located at the junction points of nerve cells successfully convey the information contained in the stimulus coming from the eye from one nerve to another. When transferred to the next nerve, the stimulus is again converted into an electrical signal and continues on its way until it reaches another junction point.

Making its way to the center of vision in the brain in this manner, the signal is compared to the information in the center of memory and the image is interpreted.

Finally, we see the bowl full of fruit, which we viewed before, by virtue of this perfect system made up of hundreds of small details.

All these amazing operations take place in a fraction of a second.

Moreover, since the act of seeing takes place continuously, the system repeats these steps over and over. For example, the molecules playing a part in the chain reaction in the eye are restored to their original state every time and the reaction starts all over again.

Of course at the same time, many other equally complex operations are taking place in other parts of the body. We may simultaneously hear the sound of the image we are viewing, and depending on circumstances, we may sense its odor and taste and feel its touch. Meanwhile, millions of other operations and reactions have to continue without interruption in our body if we are to go on living.


Black Box Confounds Darwinism

The primitive science of Darwin’s day was aware of none of this. Despite that however, even Darwin realized the extraordinary design in the eye and confessed his despair in a letter he wrote to Asa Grey on April 3rd 1860 in which he said,

“The very thought of the eye makes me cold all over.”

The biochemical properties of the eye that have been discovered by modern science dealt a greater blow to Darwinism than Darwin could ever have imagined.

The complete process of seeing that we have summarized in simple outline here is even more complex in its details. However even this summary is enough to show what a glorious system has been created in our body.

The reactions taking place in the eye are so complex and so finely tuned that it is quite unreasonable to think that these are a product of chance occurrences as the theory of evolution claims.

Michael Behe, a recognized professor of biochemistry, makes this comment on the chemistry of the eye and the theory of evolution in his book Darwin’s Black Box:

“Now that the black box of vision has been opened, it is longer enough for an evolutionary explanation of that power to consider only the anatomical structures of whole eyes, as Darwin did in the nineteenth century. Each of the anatomical steps and structures that Darwin thought were so simple actually involves staggeringly complicated biochemical processes that cannot be papered over with rhetoric.” (Michael J. Behe, Darwin’s Black Box, p. 22)

But as we have seen, the theory of evolution is unable to account for a single system in a single living cell, much less explain life as a whole.

Having utterly demolished the hypothesis that life is “simple”, science has demonstrated to humanity a very important fact.

Life is not the product of unplanned happenings. It is the result of a perfect creation.

The perfect creation of a superior Creator Who brought life into being, Who is God, the Lord of all the Worlds.

It is He Who created both humans and all other living beings. And man is responsible to his Lord Who created him.

God reminds man of this truth in the Qur’an:

“It is He Who has created hearing, sight and hearts for you. What little thanks you show!” (Surat al-Muminun: 78)

“They said, “Glory be to You!” We have no knowledge except what You have taught us. You are the All-Knowing, the All-Wise.” (Surat al-Baqara: 32)

The author, who writes under the pen-name Harun Yahya, was born in Ankara in 1956. He studied arts at Istanbul's Mimar Sinan University and philosophy at Istanbul University. Since the 1980s, the author has published many books on political, faith-related and scientific issues. Harun Yahya is well known as an author who has written very important works disclosing the imposture of evolutionists, the invalidity of their claims and the dark liaisons between Darwinism and bloody ideologies. Some of the books of the author have been translated into English, German, French, Spanish, Italian, Portuguese, Albanian, Arabic, Polish, Russian, Bosnian, Indonesian, Turkish, Tatar, Urdu and Malay and published in the countries concerned.

http://www.harunyahya.com/
E-mail: info@harunyahya.com

salam lebaran..


alhamdulillah..

sempat pun nk new post kat blog ni...act,sibuk sangat time raya..alhamdulillah rayer kali ni mmg best la...mak sedara,sepupu2 semuanya balik..malam sebelum rayer tu mirah,mak n nenek cibuk dop buat nasi dagang...ish2..penat betoi!!pe2 pun best gak cz dapat bljr cmner nk wat nasi dagang..akhirnya tepat jam 3 pagi akhrnya siap la jugak nasi kami tu...alhmdllah..

act..maser dah nk habis puase,mirah dah plan ngan pak sedara nk wat tournament maser rayer..

kelam kabut dibuatnya..yer la buat keje last minute..

alhmdllah..pada mlm rayer first,kami telah berjaya mngadakan perntandingan futsal ( kat pasir tumbuh )

ish3 mmg best la..cz semua family mirah,mak sedara n sepupu dapat bkmpul...

yes!!mirah dapat kalahkan jugak pihak lawan maser main futsal..kih2..5-0...cayerla..

pas main futsal,Allah jer tahu lenguhnya badan mase tu..cz tak warm up!!p happy..

gambar yg kat atas tu..pic group lelaki(dewasa)
maaflah pic group pompuan tak sempat amik..
lepas main futsal..mirah ngan sepupu terus tlg mak buat kuzi lak cz sok ader open house...
huhu..penatnyer..
mlm raya kedua lak kami telah mngadakan pertandingan badminton...(kat beris jambu )
bestnyer...mcm berkelah lak kt saner....
yer la maner taknyer...bwk donut la(beli kt tesco),air la n aym ayamas...
mirah kena beregu ngan mek sedara ( cik ti )..suker sangat time tu..
kitorang dapat naib juara jer..( sedey)kalah teruk ngan cik kin n kak siti...
but it's ok cz semuanya dapat bkmpul..
anyway..mirah bersyukur cz Allah bg lagi kesempatan buat mirah utk berkumpul bersama keluarga...alhmdllah..
ok la...setakat ni dulu coretan lebaran ni..
wassalam




kemana hala tuju dakwah kita??

Selesai menyampaikan kuliah disurau MBPJ, seorang pemuda yang berambut panjang, dan memakai rantai di tengkoknya (bukan rantai Emas) telah menyapaku. Aku amat pasti, dia adalah antara puluhan pemuda yang mendengar kuliah zohorku itu.Mungkin aku tidak terlalu mahir dengan dunia artis dan hiburan di Malaysia. Yang mana, pemuda yang menegur itu memperkenalkan dirinya dan menyatakan bahawa dia adalah seorang artis yang bekerja sebagai penyanyi.Aku terkejut. Rupa-rupanya antara yang bersedia mendengar ulasanku tentang sirah nabi itu adalah soerang artis.Kami berbual. Berkisar tentang dunia artis dan hiburan. Dia menyebut, bahawa dia telah bertaubat dari menyanyi lagu-lagu yang melalaikan. Sambil itu menyerahkan kepadaku satu CD album yang dia buat. Dia menyebut, dia sedang berusaha hendak menghasilkan satu album yang bercorak ketuhanan. Aku sangat-sangat mengalu-alukan cita-citanya itu.ISLAM DAN ARTISSetelah berjumpa dengan artis tersebut (tak perlu disebut namanya), aku minta izin untuk balik kerumah. Dia tersenyum seakan-akan memahami aku kesibukan sedikit. Aku berkata kepadanya bahawa aku ingin berkawan dengannya dan ingin mendalami perasaan dan jiwa seorang artis. Dia tidak membalas permintaanku, tetapi sekadar melemparkan senyum sahaja.Semasa dalam perjalanan pulang, aku terfikir tentang artis-artis ini dikala Islam memerintah Malaysia. Apa yang pasti, setelah berjumpa dengan artis tadi, aku sudah mula berfikir bahawa mereka bukanlah orang yang bencikan Islam, tetapi mereka agak lemah mendapat pendedahan islam.Kelemahan itu, kadangkala bukan kerana mereka tidak mahu mendampingi orang-orang agama, tetapi disebabkan gerak geri dan tindak tanduk orang-orang agama menjadi penyebab utama mereka agak mengasingkan diri dari agama.Kebiasaannya pendakwah-pendakwah kita sering memberikan gambaran bahawa Islam adalah agama yang sering menutup sahaja, sedangkan jika dikaji secara mendalam terhadap islam, islam bukanlah satu agama yang terus menutup segala ruang hiburan, tetapi islam mengharamkan satu bentuk hiburan, kemudian menyediakan bentuk hiburan yang tidak terlarang.Pada fikiranku, inilah kelemahan yang perlu difikirkan oleh setiap pendakwah-pendakwah di Malaysia kini.Justeru itulah, aku amat tidak bersetuju apabila ada sebilangan dari pihak islam yang menyerang secara kekerasan terhadap satu program, tetapi dalam masa yang sama tidak pernah menganjurkan program yang mempunyai bentuk yang agak sama, tetapi telah diedit agar bentuknya itu tidak bercanggah dengan islam.APA PATUT KITA BUATAku bimbang dengan cara yang sedang diamalkan ini akan melahirkan golongan yang memberontak terhadap agama, yang seterusnya mereka menyerang agama sehinggakan mereka menjadi musuh Islam.Mereka menjadi musuh Islam, bukan kerana mereka tidak mahukan islam, tetapi mereka menjadi musuh islam disebabkan mereka benci dengan sikap sebilangan pendakwah-pendakwah yang pada kiraan mereka bertindak konservatif.Aku pernah mendengar satu ceramah yang disampaikan oleh Presiden Parti Sosialis Malaysia, Dr Nasir Hashim. Dalam ceramah, beliau ada menyebut bahawa karl marx melahirkan kata-kata bahawa "agama adalah candu" lantaran melihat keadaan golongan agama kristian (paderi) yang kaya raya, tetapi dalam masa yang sama rakyat mereka papa kedana kemiskinan.Mendengar ulasan itu, aku berfikir. Alangkah indahnya jika karl marx ini hidup di zaman nabi SAW, yang beliau sendiri akan melihat bagaimana kebaikan, keadilan dan kebajikan islam yang telah baginda lakukan, yang padaku, sekiranya karl marx lihat semua ini, sudah pasti Karl Marx tidak akan mengeluarkan satu ungkapan yang sesat menyesatkan itu.Itu masa lampau. Yang lebih aku bimbang, apabila lahirnya manusia-manusia seperti Kasim Ahmad yang sudah mula berani mempertikaikan kandungan Hadis Nabi SAW, Salman Rushdi yang mula mempertikaikan kenabian Muhammad SAW.Kalau kita membaca tulisan-tulisan Kasim Ahmad, kita akan dapat satu kesimpulan, bahawa beliau merupakan seorang yang memberontak. Memberontak dikala beliau ingin mengenali Allah.Disebabkan kelemahan dari pihak Islam yang agak lemah untuk memberi jawapan yang memuaskan mereka, menyebabkan mereka menjadi orang yang menolak islam.Aku kira, dalam hal ini, bukan kasim Ahmad sahaja yang perlu dipersalahkan, tetapi pendakwah juga perlu dipersalahkan.SIKAP PENDAKWAH KINIAku dapat merasakan, pendakwah-pendakwah kini lebih memfokuskan dakwah mereka kepada skop yang terlalu kecil. Dakwah mereka masih lagi berlegar dikalangan umat Islam, masjid dan surau sahaja. Apabila diajak agar melebarkan ruang dakwah kepada non Muslim, mereka agak kurang boleh menerimanya.Berbagai-bagai alasan yang dikemukakan. Antara alasan yang masyhur, "kalau orang islam sendiri pun belum lagi mahu pegang islam, kenapa kita nak letih-letihkan diri kita untuk dakwah non Muslim".Padaku, ini merupakan alasan yang terlalu dangkal. Alasan yang berasaskan satu kefahaman yang diciplak daripada barat.Apakah mereka tidak melihat, bahawa di zaman Nabi terdapat orang kafir dan orang Munafiq. Walaupun terpaksa menghadapi orang Munafiq yang mengaku islam, dakwah Nabi SAW kepada non Muslim tetap diteruskan.Lantaran itulah, lahirnya sahabat-sahabat nabi yang digelar sebagai "al-ansori" yang ketika itu sudah lahir orang-orang munafiq di madinah. Menunjukkan, dakwah nabi SAW kepada Non Muslim tetap diteruskan, walaupun disana terdapat orang-orang Islam yang tidak mahu kepada Islam.PENUTUPSebagai pendakwah, tidak selayaknya kita membataskan dakwah Islam kita kepada sesame muslim sahaja, bahkan perlu ada satu perancangan yang cukup rapi dalam melakukan dakwah islam kepada non muslim.Begitujuga kepada para artis, tidak selayaknya kita menutup terus lubang-lubang hiburan kepada mereka, tetapi sudah sampai masanya kita mengemukakan bentuk hiburan yang dibenarkan dalam islam, walaupun mereka masih lagi dengan rentak rock, Hip Hop dan sebagainya.Kepada pihak yang berkuasa pula, sewajibnya mereka menyediakan kursus-kursus disamping menyediakan peruntukan perbelanjaan dalam mengelolakan usaha dakwah ini.Pihak pendakwah pula, tidak boleh merasakan diri mereka telah terselamat dengan semata-mata mereka sudah hebat berceramah dan berkuliah di masjid dan surau. Apa yang perlu difikirkan oleh pendakwah adalah, berkawan dengan golongan-golongan yang tidak sealiran dengan kita, agar dari situ menjadi permulaan dalam menyampaikan islam kepada mereka.Semua ini akan berjaya, sekiranya kita bermula dengan kesungguhan. Tetapi jika ini tidak dilakukan, dibimbangi tanggungjawab ini akan dipersoalkan oleh Allah di akhirat nanti.SekianWallahu 'AlamAl-Bakistanihttp://one-g.blogspot.comabu_abdillah_azzam@yahoo.com

Islamic Widget

my playlist